Jalur Alternatif Hindari Pasar Tumpah
2009-09-16 09:59:51



Mudik Lebaran sangat identik dengan kemacetan. Hal ini dikarenakan tumpahnya berbagai moda transportasi, khususnya lewat jalur jalan antar propinsi. Kemacetan akan semakin parah jika jalur yang Anda pilih melewati pasar tradisional, yang biasanya menjelang Lebaran menjadi tumpah ruah hingga memadati jalan yang Anda lalui. Cara terbaiknya adalah dengan mengalihkan kemudi Anda melalui jalur alternatif.

Pilihan menggunakan jalur alternatif, baik di jalur selatan maupun utara Jawa, disarankan untuk menghindari kemacetan akibat pasar tumpah dan penyempitan jalur jalan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jalur alternatif itu melalui Subang keluar di Kadipaten, Majalengka atau Jalan Tol Purbaleunyi-Bandung, lalu memilih jalur ke kota tujuan di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Jalur alternatif ini telah siap untuk dilalui pemudik. Namun, pada wilayah tertentu, jalur alternatif perlu diberikan rambu penunjuk menuju tempat berikutnya agar pengendara tidak tersesat. Tempat itu misalnya dari arah Kuningan (Jawa Barat) menuju Ketanggungan-Brebes (Jawa Tengah).

Perlu diperhatikan juga bahwa ada ruas jalan yang bergelombang, misalnya jalan menuju Ketanggungan dan ke Bojonegoro, Jawa Timur, dari arah Cepu, Jawa Tengah. Beberapa ruas jalan di jalur Semarang-Purwodadi dan Blora juga sedikit bergelombang.


Jalur 4000 Kilometer


Panjangnya jalur alternatif diperkirakan sekitar 4.000 kilometer dalam kondisi layak dilewati. Departemen Pekerjaan Umum juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengantisipasi pasar tumpah. Sejumlah pasar dijaga agar pedagang tidak masuk ke badan jalan. Aparat Brigade Mobil dikerahkan menjadi pagar betis di pasar-pasar. Ada juga pemerintah daerah yang memberikan insentif kepada tukang becak dan pedagang supaya tidak menggunakan badan jalan.

Walau antisipasi sudah diberlakukan, tetapi belum tentu bisa berhasil mengurangi dampak pasar tumpah ini, dikarenakan keberlangsungan pasar yang sudah ada sejak sekian lama. Di jalur mudik Jawa Barat dan Jawa Tengah terdapat 78 pasar tumpah yang rawan macet. Dari jumlah itu, sebanyak 24 pasar di antaranya ada di pantura wilayah Jawa Barat.

Untuk menghindari pasar tumpah di Sukra dan Patrol, Indramayu, misalnya, pemudik bisa menggunakan jalur alternatif dari Pamanukan ke Subang, kemudian ke Kadipaten-Palimanan-Cirebon. Jika macet di Nagreg, gunakan jalur alternatif Sumedang-Kadipaten-Palimanan.

Untuk pasar tumpah di Ciasem dan Sukamandi, pemudik tidak punya pilihan jalur alternatif. Biasanya pemudik bersepeda motor menggunakan jalur Cilamaya kemudian keluar di Ciasem. Warga di Ciasem mengaku, penumpukan kendaraan menyebabkan kemacetan panjang.

Dianjurkan pemudik menghindari Pasar Gedang saat hari pasaran pada Jumat, juga Pasar Tegal Gubug yang jatuh pada Sabtu. Pasar Sukra dan Patrol juga rawan macet, bahkan pada hari-hari biasa.

Potensi Macet Lainnya

Potensi kemacetan juga bakal terjadi di pertigaan Kanci (Cirebon) atau pintu keluar Pejagan (Brebes) karena di sana terjadi pertemuan kendaraan dari Jakarta dan Cirebon. Disarankan pemudik ke Banyumas, Purwokerto, Wonosobo, dan DIY dari Pejagan diarahkan ke selatan melewati Ketanggungan-Slawi. Dari Slawi bisa kembali ke pantura melalui Tegal.

Namun, pemudik diminta berhati-hati bila menggunakan jalan Kanci-Pejagan karena dibeberapa lokasi nampak belum memiliki rambu lengkap dan lampu penerangan, hal ini akan diantisipasi dengan penjagaan ketat petugas di sepanjang jalan sejauh 36 kilometer itu.

Sementara itu, kemacetan di Simpang Jomin diatasi dengan penggunaan jalur alternatif sepanjang 11 kilometer lewat Karawang, lalu keluar di Karawang dan Karawang Timur. Kepolisian Wilayah Purwakarta menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai kepadatan arus di ruas Cikopo-Jomin. Penyempitan jalan, pertemuan arus, serta lalu lalang penyeberang jalan di sekitar pabrik memicu kemacetan di ruas penghubung Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan pantura itu.

Untuk menghindari pertemuan arus di Simpang Jomin, polisi mengalihkan kendaraan dari gerbang Tol Cikampek memutar melalui Pasar Cikampek menuju jalur pantura. Adapun ruas dari Simpang Jomin hingga Simpang Mutiara digunakan searah untuk kendaraan dari pantura menuju Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Arus mudik ke arah Brebes mulai meningkat. Sebagian pemudik menggunakan jalur arteri Kanci-Pejagan. Kepala Polwil Cirebon Komisaris Besar Tugas Dwi Apriyanto menyatakan, jika terjadi kemacetan di pertigaan Kanci, arus lalu lintas akan dipecah ke jalan arteri Pejagan. (Berbagaisumber/rn)



(Cybermudik)



Other Articles

Daerah Rawan Kecelakaan dan Kriminalitasi di Lampung
2009-09-10 09:26:40
Tips Aman Mudik
2009-08-31 11:47:58
Tips Mudik Berkendaraan Umum
2009-08-31 10:36:31
Tips Mudik Bebas Hambatan
2009-08-31 10:33:13
Tips Mudik Aman dan Nyaman
2009-08-31 14:15:57
  Copyright ©2003 Cybermap.co.id, all rights reserved
Cybermap is trademark of CBN, powered by CBN
Please read Legal Disclaimer and Privacy Policy   
Tips Mudik Aman Sepeda Motor
Prosesi mudik terkenal dengan perjalanan panjang dan kemacetan. Bagi yang melalui jalan darat, mudik bisa menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor. Sebenarnya mudik menggunakan sepeda motor tidak dianjurkan. Alasannya simpel, saat mudik angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sangat tinggi. Ini karena sepeda motor tidak didesain untuk perjalanan jauh.